kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Presiden berikan santunan Rp 10 juta kepada korban


Jumat, 10 September 2010 / 18:44 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku terkejut dan prihatin dengan meninggalnya seorang warga tuna netra saat antre untuk mengikuti acara silahturahmi di Istana Negara yang digelar hari ini (10/9). Sebagai bentuk tanda berduka cita, Presiden SBY mengucurkan bantuan sebesar Rp 10 juta.

Kepala Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan DJ. Nachrowi menjelaskan uang duka cita itu diserahkan langsung oleh petugas Istana Kepresidenan kepada istri korban. Penyerahan dilakukan di kantor Kepolisian Sektor Gambir, tempat dimana istri korban sedang dimintai keterangan. "Cukuplah mungkin dalam rangka membantu terkait musibah yang menimpa," ujar Nachrowi di ruang wartawan Istana Kepresidenan, Jumat (10/9).

Sekadar informasi, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Joni Malela sempat berdesakan mengantre giliran masuk ke Istana Negara lewat pintu Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat. Setelah sempat pingsan, korban segera dibawa ke ambulans Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta yang parkir di sekitar Jalan Majapahit. Namun, nyawa korban akhirnya tak tertolong setelah dirawat selama 10 menit dengan bantuan oksigen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×