kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Akhirnya, warga bersandal jepit bisa ketemu wapres


Jumat, 10 September 2010 / 15:14 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hari Idul Fitri kali ini, Wakil Presiden Boediono mengadakan open house dengan warga masyarakat. Puluhan warga pun berkumpul di depan rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Awalnya, petugas protokoler sempat menyeleksi warga yang akan masuk ke dalam rumah dinas tersebut.

"Yang rapi dan bersepatu saja yang boleh masuk," ujar salah satu petugas protokoler, Jumat (10/9). Hal ini tentu saja membuat kecewa puluhan warga yang sudah sejak pagi berkumpul, karena sebagian besar dari warga itu hanya mengenakan sandal jepit. Melihat itu, para kameraman dan wartawan pun mewancarai kekecewaan para warga tersebut.

Entah kenapa, tiba-tiba petugas protokoler lalu meralat larangan sandal jepit itu. Petugas memperbolehkan seluruh warga yang rapi maupun yang hanya mengenakan kaus dan sandal jepit. Seluruh warga pun akhirnya kembali antri di depan rumah Wapres. "Nah begini dong. Masa Wapres gak mau salaman dengan warga kecil," ujar Nining salah seorang warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×