kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Presiden akan resmikan dua proyek migas Rp 13 T


Senin, 15 September 2014 / 09:03 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun singkong untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan dua proyek minyak dan gas bumi (migas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (15/9) dengan nilai investasi sebesar Rp 13 triliun.

Dua proyek tersebut yaitu proyek pengembangan Lapangan Gas Ruby di Blok Sebuku yang dikelola oleh Mubadala Petroleum dan Sisi Nubi 2B di Blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesie.

“Proyek Ruby menelan biaya Rp 5,5 triliun, sementara proyek Sisi Nubi 2B membutuhkan dana sebesar Rp 8,1 triliun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J. Widjonarko dalam keterangan Pers yang diterima Kompas.com, Jakarta, Minggu (14/9).

Lapangan Ruby berproduksi sebesar 85 billion british thermal unit per hari (bBtud). Seluruh produksi dipasok ke pembeli domestik, yakni Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk mendukung program ketahanan pangan di Indonesia.

Sementara itu, proyek pengembangan Sisi Nubi 2B yang terletak di lepas pantai Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur meliputi pemasangan dua wellhead platform baru, termasuk jaringan pipa interkoneksi yang akan terhubung di dua platform yang sudah ada di masing-masing lapangan.

Besarnya investasi migas, kata Widjonarko, menunjukkan karakter industri hulu migas yang sarat dengan modal dan teknologi tinggi. “Proyek-proyek ini menunjukkan kerja keras pelaku industri migas yang terus komitmen mencari cadangan-cadangan migas baru di Indonesia,” kata dia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×