Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memastikan penegakan hukum dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) masih berlanjut.
Menurutnya, sebanyak 353 orang yang terlibat dalam kecurangan MBG telah diberhentikan dengan tidak hormat, sementara 13 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan terus membenahi pelaksanaan program MBG agar tidak terjadi penyimpangan. Ia meminta jajarannya bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan dalam program pemenuhan gizi tersebut.
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegas Prabowo dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: MSCI Ancam Turunkan Status Bursa RI, OJK Laporkan Pembenahan Pasar Modal ke Presiden
Selain 13 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 353 orang yang diberhentikan, Prabowo menyebut sebanyak 203 orang tengah diperiksa Kejaksaan Agung. Sementara itu, 2.600 orang masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi pelaksanaan MBG. Prabowo menilai program tersebut strategis bagi masa depan generasi muda sehingga pelaksanaannya harus dijaga dari berbagai bentuk penyimpangan.
Dalam sidang kabinet yang membahas dua tahun pemerintahan, Prabowo juga menyoroti sejumlah program prioritas lainnya. Di sektor ekonomi kerakyatan, ia mengapresiasi perkembangan sekitar 10.000 Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi.
Pada sektor perumahan dan pendidikan, Prabowo menyampaikan capaian program bedah rumah yang mencapai sekitar 440.000 unit serta renovasi hampir 90.000 sekolah selama dua tahun pemerintahan.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Akhir Tahun, Ada Bansos Beras hingga Subsidi Upah
Pemerintah juga melaporkan percepatan pembangunan infrastruktur penghubung desa. Prabowo menyebut pembangunan jembatan melalui Satuan Tugas Jembatan telah mendekati 5.000 unit, yang menghubungkan sekitar 12.000 desa.
Sementara itu, di sektor kesehatan, pemerintah telah menganggarkan pembangunan 66 rumah sakit daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit dilaporkan telah selesai dibangun.
Menutup arahannya, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan. Ia menegaskan bahwa capaian yang telah diraih perlu diikuti perbaikan terhadap berbagai kelemahan dalam pelaksanaan program prioritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














