Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto melihat kekuatan ekonomi negara-negara BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat pembangunan dan ketahanan ekonomi negara-negara Global South.
Presiden mengatakan bahwa BRICS memiliki kekuatan kolektif yang besar karena mencakup pasar besar dunia, produsen energi utama, serta bagian signifikan dari perekonomian dan perdagangan global.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).
“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Optimistis Kondisi Ekonomi RI Tetap Solid di Tengah Konflik Timur Tengah
Menurut Prabowo, kekuatan tersebut perlu dimobilisasi untuk mendukung pembangunan. Salah satunya melalui penguatan pembiayaan infrastruktur dan pembangunan ekonomi di negara-negara Global South.
Ia menilai langkah tersebut dapat meningkatkan kemampuan negara-negara berkembang untuk membiayai kebutuhan pembangunan mereka secara lebih mandiri.
“BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kita sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat keterhubungan ekonomi antarnegara anggota BRICS. Bagi presiden, pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan perlu terhubung dengan lebih baik agar kekuatan ekonomi BRICS dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
“Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia 25 Tahun Lagi
Mantan Menteri Pertahanan ini menilai keterhubungan tersebut juga dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi negara-negara berkembang.
Dengan demikian, kerja sama BRICS tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara anggota, tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas ekonomi Global South.
“Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kita terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” imbuhnya.
Menurut Prabowo, penguatan kerja sama ekonomi tersebut juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan energi.
Dua sektor tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan perekonomiannya.
Selain memperkuat kerja sama ekonomi, Prabowo mendorong sistem multilateral yang mampu mengakomodasi kepentingan negara besar maupun kecil. Ia menilai tata kelola global perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap perlu menjadi pusat sistem multilateral. Namun, menurutnya, lembaga tersebut perlu direformasi agar lebih representatif dan responsif.
Baca Juga: Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Lampaui Target 5,4% Tahun Ini
“PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang,” tegas Prabowo.
Prabowo juga menyoroti sistem perdagangan dan keuangan internasional. Ia menilai perdagangan dan mata uang tidak semestinya digunakan sebagai instrumen tekanan dalam hubungan antarnegara.
“Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai,” pungkasnya.
Melalui penguatan BRICS, Prabowo berharap negara-negara Global South dapat semakin memiliki kapasitas untuk membiayai pembangunan, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













