CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Prabowo: BRICS Punya Kekuatan Mineral Kritis dan Sumber Energi Dunia


Minggu, 13 September 2026 / 15:36 WIB
Prabowo: BRICS Punya Kekuatan Mineral Kritis dan Sumber Energi Dunia
ILUSTRASI. KTT BRICS - Prabowo Subianto (Dok/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyebut negara-negara BRICS memiliki kekuatan besar dari sisi sumber daya alam, khususnya mineral kritis dan energi. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang mengangkat tema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, negara-negara BRICS secara bersama-sama menguasai porsi signifikan dari mineral kritis dan sumber daya energi dunia. Kekuatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi negara-negara BRICS untuk membangun perekonomian di masa mendatang.

Baca Juga: Tinggal 4 Bulan Tersisa, Realisasi Pajak 2026 Masih Jauh dari Target

“Daratan dan lautan kita juga menyimpan banyak hal yang akan menjadi landasan bagi masa depan. Mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan yang bernapas bagi dunia. Hal yang sama juga berlaku di seluruh BRICS,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (13/9/2026).

Prabowo menilai kekayaan sumber daya tersebut perlu dioptimalkan melalui kerja sama antarnegara BRICS. Menurutnya, negara-negara anggota memiliki sumber daya dan kapasitas yang dapat disatukan untuk menciptakan kekuatan ekonomi yang lebih besar.

“Kita memiliki segala sesuatu yang menjadi landasan bagi abad hijau,” katanya.

Selain sumber daya alam, Prabowo menilai BRICS juga memiliki kapasitas produktif, kemampuan teknologi, serta pasar dalam jumlah besar. Jika berbagai kekuatan tersebut dihubungkan, BRICS dinilai dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian dunia.

“Ketika kita menghadapi tantangan-tantangan ini secara bersama-sama, kita juga menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kekuatan kolektif tersebut dapat menjadi peluang bagi negara-negara BRICS untuk saling membantu sekaligus memperkuat posisi ekonomi masing-masing.

Baca Juga: KTT BRICS 2026, Prabowo Bawa Semangat Bandung untuk Perkuat Global South

“Satukan semuanya, dan BRICS dapat memberikan perbedaan yang nyata dan penting bagi dunia. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengakui nilai dari apa yang kita miliki dan menggunakan kekuatan ini untuk saling membantu,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menilai pengelolaan sumber daya tersebut memiliki kaitan dengan upaya membangun perekonomian yang lebih berkelanjutan. Mineral kritis dan sumber daya energi, khususnya, memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi bersih dan teknologi tinggi.

Karena itu, Prabowo mendorong negara-negara BRICS tidak hanya melihat kekayaan sumber daya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai modal untuk memperkuat kapasitas ekonomi dan pembangunan di masa depan.

Dengan kekuatan mineral kritis, energi, teknologi, kapasitas produksi, dan pasar yang dimiliki, Prabowo meyakini BRICS memiliki modal besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×