kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

PPP ancam pindah koalisi jika tak diberi kursi MPR


Senin, 06 Oktober 2014 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah sirsak untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Partai Persatuan Pembangunan akan bergabung ke dalam paket pimpinan MPR yang diajukan koalisi Joko Widodo-Jusuf Kalla jika pada akhirnya tidak diberikan kursi pimpinan dalam paket yang diajukan Koalisi Merah Putih. Partai berlambang ka'bah tersebut menilai, kursi pimpinan MPR adalah sebuah harga mati untuk diperjuangkan.

"Apa pun caranya akan kita perjuangkan," kata Sekjen PPP Romahurmuziy saat ditanya kemungkinan bergabung dengan Jokowi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2014).

Romy mengatakan, PPP sejauh ini sudah gagal mendapatkan pimpinan DPR karena mengalah untuk tidak ikut dalam paket yang diajukan koalisi merah putih. Mau tidak mau, PPP harus mendapatkan pimpinan MPR agar bisa lebih berkontribusi di parlemen.

"Yang pasti dedikasi PPP selama ini akan sia-sia kalau PPP tidak tampil. Karena itu fraksi mengamanatkan Pak Hasrul Azwar dicalonkan sebagai pimpinan dengan cara apapun," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan bahwa PPP dan Gerindra tak masuk paket pimpinan MPR. Paket yang diajukan, kata dia, akan terdiri dari Demokrat (ketua), serta DPD, Golkar, PKS dan PAN (wakil ketua).(Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×