Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026 Syarif Rahman menjelaskan, terkait operasional bus shalawat di Makkah yang semula dijadwalkan kembali berjalan pada dini hari 14 Zulhijah ditunda selama 12 jam menjadi pukul 13.00 waktu Arab Saudi.
Penyesuaian dilakukan untuk memberi waktu istirahat bagi jemaah usai menyelesaikan rangkaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sekaligus mempertimbangkan kondisi kepadatan jemaah yang masih berlangsung hingga siang hari.
Syarif mengatakan keputusan perubahan jadwal tersebut merupakan hasil evaluasi bersama syarikah dan otoritas terkait di Arab Saudi. Informasi penyesuaian diterima PPIH pada malam hari menjelang operasional kembali dibuka.
Menurut dia, penundaan selama 12 jam dinilai relevan dengan kondisi di lapangan karena banyak jemaah haji dari berbagai negara baru menuntaskan nafar tsani pada siang hari. Karena itu, waktu tersebut dimanfaatkan untuk memberi kesempatan jemaah beristirahat setelah melalui fase puncak ibadah yang cukup menguras tenaga.
Baca Juga: Kloter Pertama Haji Pulang Hari Ini: Jemaah Diminta Kurangi Aktivitas & Bersiap
“Jadi waktu itu digunakan untuk istirahat supaya kesehatan dan keselamatan jemaah tetap terjaga. Menurut kami penyesuaian ini masih sangat relevan karena jemaah bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali beraktivitas di Masjidil Haram,” ujar Syarif di Makkah, Minggu (1/6/2026).
Ia memastikan layanan bus shalawat mulai beroperasi kembali pada pukul 13.00 waktu Arab Saudi dan melayani jemaah selama 24 jam penuh setiap hari. Bus tersebut melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Tahun ini PPIH menyiapkan 458 armada bus shalawat yang melayani 23 rute di Makkah. Seluruh armada beroperasi untuk melayani kebutuhan transportasi jemaah, baik yang hendak menunaikan tawaf ifadah, tawaf wada, maupun ibadah lainnya di Masjidil Haram.
Dengan kembali beroperasinya bus shalawat, jemaah yang masih berada di Makkah, termasuk yang bersiap pulang ke Tanah Air maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke Madinah, sudah dapat kembali memanfaatkan layanan transportasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













