kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Potensi Silpa 2011 mencapai Rp 20 triliun - Rp 30 triliun


Senin, 05 Desember 2011 / 16:05 WIB
Potensi Silpa 2011 mencapai Rp 20 triliun - Rp 30 triliun
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung berjalan di luar pusat perbelanjaan, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia 8 September 2020.


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Realisasi penyerapan anggaran belanja yang belum maksimal membuat realisasi defisit anggaran tahun ini diperkirakan hanya sekitar 1,6% - 1,7% dari PDB atau lebih rendah dari target defisit APBNP 2011 yang sebesar 2,1%.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto mengatakan hingga saat ini Kemenkeu menghitung potensi Silpa pada akhir tahun ini. Tapi, "Kalau melihat (pendapatan) pajak bisa 100%, dan (total) pendapatan (kemungkinan bisa) 100% dan (realisasi) belanja sekitar 95%, maka kisaran (silpanya) sekitar Rp 20 triliun - Rp 30 triliun," ungkapnya Senin (5/12).

Agus menghitung, prosentase realisasi anggaran penerimaan negara tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Hanya saja penerimaan negara ini lebih banyak disumbang dari Penerimaan Negara Bukan pajak (PNBP) ketimbang dari pajak. Tingginya sumbangan PNBP ini disebabkan oleh tingginya pendapatan migas yang naik terkerek harga komoditas. Agus mengklaim, realisasi pajak lain-lain cukup bagus, kecuali realisasi PPN yang masih lebih rendah dari target.

Dari sisi belanja pemerintah, jika digabung dengan belanja subsidi memang sudah cukup tinggi. Pasalnya, hingga saat ini realisasi belanja subsidi sudah lebih dari 90% dari pagu anggarannya. Hanya saja, "Kalau dari belanja pemerintah (di luar belanja subsidi) masih kurang, tapi kami harapkan bisa 90% di akhir tahun," terang Agus.

Nantinya potensi Silpa di akhir tahun ini akan menjadi SAL untuk tahun depan. "Kami tahu tantangan ke depan cukup banyak, maka itu (SAL) diplot di UU (APBN) untuk antisipasi ini (krisis)," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×