kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Potensi Ekonomi Digital Besar, Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital Per Tahun


Rabu, 06 Desember 2023 / 13:38 WIB
Potensi Ekonomi Digital Besar, Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital Per Tahun
ILUSTRASI. Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi digital dalam negeri sangat besar.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan potensi ekonomi digital dalam negeri sangat besar. 

Bahkan, ia menyebut sampai tahun 2030 Indonesia masih membutuhkan 9 juta pekerja profesional untuk mengembangkan potensi market digital. 

"Maka kita harus menyiapkan 600 ribu talenta digital setiap tahun kalau tidak mau talenta kita diambil oleh negara lain," kata Airlangga dalam Peluncuran Buku Putih Pengembangan Ekonomi Digital 2023, di Jakarta, Rabu (6/12). 

Airlangga mengklaim pihaknya telah bekerjasama dengan banyak digital talent dalam menyiapkan kebutuhan 600 ribu pekerja digital per tahun ini. 

Baca Juga: Fenomena Shadow Economy Hantui Penerimaan Pajak Tahun Depan

Beberapa yang sudah digandeng di antaranya adalah perusahaan Apple, Microsoft, Amazon hingga International Business Machines Corporation (IBM). 

Pengembangan sektor digital juga disiapkan melalui penguatan research and development (Rnd). Pemerintah akan memberikan insentif berupa super tax deduction atau pengurangan pajak untuk kegiatan RnD. 

"Prosesnya juga akan dipermudah untuk mendapatkan super tax deduction dan mekanismenya akan disederhanakan," jelas Airlangga. 

Arilangga menegaskan, beberapa hal tersebut juga telah terangkum dalam buku putih strategi nasional pengembangan ekonomi digital Indonesia 2030 yang baru saja diluncurkan hari ini. 

Buku tersebut akan menjadi pedoman bagi K/L dan pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan pengembangan ekonomi digital serta menjadi rujukan dalam menentukan posisi Indonesia di dunia internasional. 

"Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital yang adalah agenda transformasi digital nasional. Ini sejalan dengan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang didorong Indonesia untuk menjadi satu-satunya ekosistem perjanjian perdagangan dunia yang ada di sektor digital," tutup Airlangga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×