kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Populasi Gajah Sumatra & Kalimantan Kritis! Inpres Prabowo Jadi Penentu


Kamis, 07 Mei 2026 / 11:59 WIB
Populasi Gajah Sumatra & Kalimantan Kritis! Inpres Prabowo Jadi Penentu
ILUSTRASI. Populasi gajah Sumatra dan Kalimantan masuk fase kritis.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto disebut tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi gajah dan aktivitas gajah Sumatra dan Kalimantan. ​

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, inpres ini telah di paraf dan tengah di sirkulasi untuk mendapatkan paraf dari kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM hingga Kementerian ATR BPN. 

"Kemudian nanti Pak Wamen akan berkomunikasi dengan Kemensesneg pihak istana untuk paraf," kata Raja Juli dalam Konferensi Pers di Kantor Kemenhut, Kamis (7/5/2026). 

Baca Juga: Ditjen Pajak Tegaskan Pemeriksaan Peserta Tax Amnesty Jilid II Sudah Sesuai Aturan

Menurutnya, Inpres ini bentuk komitmen dari Presiden untuk menyelamatkan populasi Gajah Sumatra dan Kalimantan yang sudah memasuk fase kritis dan berbahaya. 

Raja Juli mengungkapkan saat ini jumlah kantong gajah hanya tersisa 21. Jumlah ini menyusut drastis dari tahun 2024 yang dilaporkan mencapai 42 kantong gajah. 

"Oleh karena itu, dengan Inpres ini nanti akan ada tata kelola dan tata pembangunan yang memberikan orientasi kepada konservasi," lanjut Raja Juli. 

Selain tata kelola, Inpres ini juga akan mengamanatkan alokasi pembiayaan khusus bagi penyelamatan populasi gajah. 

Pasalnya pemerintah menginginkan pembangunan kantong-kantong gajah agar lebih terkoneksi. Melalui pembangunan ini, pemerintah berharap perkawinan sedarah atau inbreeding gajah juga bisa dihindari. 

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Filipina, Hadiri KTT ke-48 ASEAN

"Karena hanya satu populasi saja, populasi itu bisa kemudian gajah jantan terutama bisa bertemu dengan kelompok gajah betina yang lain," tutup Raja Juli. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×