kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Polonia usul jadi tempat restitusi PPN bagi turis


Rabu, 15 September 2010 / 09:48 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan Bandara Polonia Medan sebagai tempat restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) bagi turis yang berbelanja di dalam negeri. Namun, Menteri Keuangan Agus Martowardojo belum menyetujui usulan tersebut.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Iqbal Alamsjah mengatakan, pemerintah masih mengkaji usulan tersebut. "Secara umum, Ditjen Pajak mengkaji daerah yang memiliki grafik kungjungan turis yang tinggi," papar Iqbal saat dihubungi lewat telepon, Rabu (15/9).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengusulkan Bandara Adi Sucipto sebagai tempat restitusi PPN bagi turis. Bila kedua usulan ini disetujui maka ada empat bandara yang menjadi tempat restitusi PPN. Sebelumnya, sudah ada dua bandara yakni Bandara Soekarno Hatta dan Ngurah Rai.

Pemberian restitusi PPN merupakan amanat Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang PPN dan PPnBM. Beleid itu menyebutkan turis asing dapat melakukan restitusi PPN asalkan berbelanja dengan nilai PPN atas barang yang dibelinya senilai Rp 500.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×