kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Politisi DPR kritik sejumlah program bansos di tahun politik


Senin, 05 Maret 2018 / 20:52 WIB
Politisi DPR kritik sejumlah program bansos di tahun politik
ILUSTRASI. Presiden Jokowi


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk menyalurkan anggaran sesuai dengan kebutuhan di tahun politik.

Tahun 2018 ini, pemerintah dinilai menggelontorkan berbagai program bantuan kesejahteraan secara signifikan. Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Heri Gunawan.

Dia menyatakan penyaluran program-program kesejahteraan rakyat, tidak hanya diberikan untuk tujuan politik partai petahana. Namun semestinya bertujuan untuk melayani rakyat.

"Itu kan terlihat sekali nyata ingin meraih simpati dari rakyat dengan menggunakan fasilitas anggaran negara," kata Heri kepada KONTAN, Senin (5/3).

Ia bilang, kenaikan kuantitas program kesejahteraan semestinya dilakukan pada awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Politisi Dapil Jawa Barat IV ini, meminta pemerintah tak hanya memberikan bantuan kesejahteraan, namun juga menyediakan stimulus perekonomian rakyat.

"Berikan kredit usaha rakyat (KUR) agar lebih tepat sasaran, seharusnya ada keberpihakan. Itu KUR untuk membuat pipeline UMKM lebih baik," pungkas Heri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×