CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Politik Luar Negeri Bebas Aktif Jadi Senjata Indonesia Menavigasi Presidensi G20


Kamis, 28 April 2022 / 17:19 WIB
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Jadi Senjata Indonesia Menavigasi Presidensi G20
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, politik luar negeri bebas aktif Indonesia menjadi salah satu alat bagi Indonesia dalam menavigasi Presidensi G20.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai Presidensi G20 adalah menavigasi agar dunia dapat pulih dari pandemi dan dampak ekonomi. Namun dengan adanya konflik antara Rusia dan Ukraina menambah tantangan Indonesia dalam menavigasi Presidensi G20.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pandemi Covid-19 memang belum sepenuhnya pulih. Meski telah terlihat adanya tren penurunan kasus. Namun, disisi lain terjadi kesenjangan cakupan vaksinasi antara negara maju dengan negara menengah ke bawah.

Sebab, baru satu dari tujuh orang di low income countries yang mendapatkan dosis pertama vaksin. Padahal di banyak negara maju sudah hampir semua penduduknya mendapatkan booster yang keempat.

Tahun ini diharapkan banyak pihak menjadi tahun pemulihan. Sayangnya, pemulihan yang diharapkan menjadi lebih sulit dengan adanya perang di Ukraina. Adanya perang dinilai Retno akan paling dirasakan oleh penduduk dari negara-negara berkembang dan kurang berkembang.

Baca Juga: G20 Dorong Bank Sentral untuk Membuat Kebijakan Terkalibrasi dan Terencana Baik

Terkait posisi Indonesia terhadap situasi perang tersebut dan bagaimana menavigasi Presidensi G20, Retno menyebut, Indonesia beruntung memiliki prinsip politik luar negeri bebas aktif.

"Saya ingin menyampaikan sekali lagi bahwa bebas aktif bukan berarti netral pasif. Prinsip itu memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri demi kepentingan nasional tentunya dengan prinsip-prinsip yang sudah kita anut," kata Retno dalam webinar, Kamis (28/4).

Adapun dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif ini, Indonesia secara konsisten berupaya berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia sesuai dengan mandat konstitusi dan memegang prinsip-prinsip piagam PBB serta hukum internasional.

"Kita akan terus memastikan G20 dapat menjalankan tugasnya sebagai katalisator pemulihan ekonomi dunia baik pemulihan dari pandemi maupun pemulihan dari dampak perang," katanya.

Dalam Presidensi G20 Indonesia, salah satu hal yang menonjol adalah adanya keterbukaan komunikasi dengan semua pihak. Retno menegaskan di masa sulit seperti ini konsultasi dan komunikasi terbuka menjadi kunci.

Retno menyampaikan bahwa Indonesia tegas menyatakan perang harus diakhiri. Kemudian Indonesia menyarankan perlu adanya perundingan damai dan Indonesia siap untuk ikut berkontribusi.

"Kita akan gunakan semua alat politik luar negeri kita untuk menavigasi keketuaan kita di G20. Kita berharap G20 dapat deliver dan sekarang perang harus segera diakhiri," imbuhnya.

Baca Juga: G20 Berkomitmen Bantu Negara Berpenghasilan Rendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×