kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

G20 Berkomitmen Bantu Negara Berpenghasilan Rendah


Kamis, 21 April 2022 / 14:31 WIB
ILUSTRASI. Negara-negara G20 menegaskan komitmennya untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Negara-negara G20 menegaskan komitmennya untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan, terutama mereka yang berisiko mengalami kesulitan utang. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 Kedua di Washington D.C.

“Negara G20 menegaskan bahwa komitmennya untuk mendukung negara-negara berpendapatan rendah dan rentan khususnya yang mengalami risiko tinggi akibat utang,” ujar Perry dalam Press Conference: Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG), Kamis (21/4).

Ia mengatakan, para anggota G20 juga menantikan kesepakatan yang tepat waktu tentang perlakuan utang untuk membentuk komite kreditur untuk Zambia. Seperti yang diketahui, Zambia termasuk negara berpenghasilan rendah yang meminta keringan pembayaran utangnya kepada negara G20.

Baca Juga: G20 Dorong Bank Sentral untuk Membuat Kebijakan Terkalibrasi dan Terencana Baik

Perry juga mengatakan, negara-negara anggota G20 menyambut baik pertemuan The IMF Resilience and Sustainable Trustee dan mendorong mewujudkan sumbangan global sebesar ratusan miliar dolar dari kontribusi sukarela.

“Melihat kondisi saat ini, anggota-anggota G20 juga mengakui peran penting dari bank-bank pembangunan bilateral untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan juga mempercepat mobilisasi sektor swasta,” kata Perry.

Dalam sektor arus modal, Perry mengatakan bahwa negara anggota G20 menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ketangguhan keuangan dan juga mendukung arus modal di tengah kondisi perekonomian global saat ini.

“Banyak anggota yang mencatat bahwa kalibrasi dari respons kebijakan dibutuhkan mengingat adanya ketidakpastian semakin tinggi. Anggota juga menekankan komitmen mereka bagi jaringan pengaman keuangan global yang lebih kuat,” tandasnya.

Baca Juga: 4 Agenda ini Jadi Pembahasan Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×