kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

PKS tak bahas koalisi pada Rapat Lembang


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:56 WIB
ILUSTRASI. Salah satu cara untuk membuat rumah terlihat cantik adalah dengan menghadirkan taman yang minimalis sekaligus mewah.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim menegaskan, rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) yang dilangsungkan di Lembang semalam (13/6) tidak membahas soal nasib partainya di tubuh koaliasi sekertariat gabungan (setgab) pendukung pemerintahan Presiden SBY- Boediono.

Menurutnya, rapat tersebut hanya untuk membahas mengenai pembahasan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2013 yang kini tengah bergulir.

“Karena tidak ada pemberitahuan resmi, tentu sulit dibahas,” kata Abdul saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/6).

Menurutnya, keluar atau tidaknya PKS dari koalisi setgab itu tergantung pada Presiden SBY dan pihaknya tidak berhak untuk mengintervensi. Dia juga mengungkapkan,  hingga kini, pihaknya masih belum menerima pemberitahuan resmi mengenai pemberhentian koalisi maupun pencopotan menteri-menterinya di kabinet.

Sementara itu, rekannya Jazuli Juawaini justru memaparkan 3 kesimpulan pokok rapat DPTP tersebut lebih mengacu penegasan penolakan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Adapun 3 kesimpulan rapat adalah sebagai berikut :

1.       Tetap melanjutkan menyampaikan aspirasi masyarakat agar pemerintah tidak menaikkan harga bbm sebagai wujud keberpihakan kepada rakyat.

2.       Dalam pembahasan APBNP harus berpihak kepada kepentingan rakyat.

3.       Terkait dengan menteri PKS di Kabinet sepenuhnya hak prerogatif presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×