kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PKS menunggu keputusan langsung dari SBY


Rabu, 04 April 2012 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BTN


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mempercayai kabar didepak dari koalisi partai pendukung pemerintah yang tergabung dalam Sekretaris Gabungan (Setgab). Sebab, PKS mengaku masih menunggu keputusan langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Setgab.

Karena itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq menanggapi santai kabar angin yang menyatakan partainya telah didepak dari Setgab. "Kami tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak jelas, sebelum semuanya jelas," katanya saat dihubungi, Rabu (4/4).

Bila ternyata kabar itu benar, PKS sudah siap keluar dari PKS. Hingga saat ini, Mahfudz mengatakan, PKS masih melakukan dan menjalankan tugas kepartaiannya.

Kabar didepaknya PKS dari koalisi partai mencuat setelah sebelumnya, SBY mengumpulkan seluruh ketua partai politik yang tergabung dalam Setgab. Cuma, SBY sama sekali tidak mengundang PKS yang notabene anggota partai koalisi.

Tanda-tanda berakhirnya kebersamaan PKS dalam Setgab juga keluar dari mulut Sekretaris Setgab Syarif Hasan. Dia menyatakan, kini anggota Setgab tinggal lima anggota saja. "Sekarang ini ada lima. Yang bersama-sama solid ikut pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, sikap PKS yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak sejalan dan melanggar kontrak koalisi. Syarif menjelaskan dalam kontrak koalisi dengan jelas menyebutkan, pertama, kebjakan pemerintah yang strategis wajib didukung dan dilaksanakan oleh anggota koalisi Setgab.

Kedua, kalau ternyata anggota koalisi Setgab berseberangan maka anggota koalisi tersebut harus mengundurkan diri dan keterlibatan dalam koalisi akan berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×