kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

PKS masih tetap berkoalisi dengan pemerintah


Selasa, 18 Oktober 2011 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Meski menguat, tapi rata-rata harga acuan batubara di 2020 terendah dalam 5 tahun


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berkoalisi dengan pemerintah hingga 2014 mendatang. Anggota Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri beralasan PKS sudah meneken perjanjian dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sampai saat ini tetap di koalisi. Soal nanti bagaimana ya, kami tunggu putusan majelis syura," kata Salim, Selasa (18/10).

Salim mengakui reshuffle merupakan hak prerogatif presiden yang bersifat konstitusional. Menurutnya, tidak ada kesepakatan apapun yang bisa menafikannya.

Tetapi, Salim yang juga menteri sosial ini mengingatkan ada etika politik yang dijaga dalam koalisi. "Etika itu misalnya kalau mau reshuffle presiden komunikasi dengan pimpinan, tidak dengan menterinya. Termasuk menghormati komitmen awal . Dari awal kan PKS ini empat kursi ya," tegasnya.

Namun, bila jatah kursi menteri kurang, PKS masih belum menentukan sikap. "Kita lihat nanti tanggal mainnya," katanya.

Sampai berita ini ditulis, Salim sendiri mengaku belum ada panggilan lagi dari istana, entah itu dari presiden maupun stafnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×