kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

PKS masih tetap berkoalisi dengan pemerintah


Selasa, 18 Oktober 2011 / 13:29 WIB
PKS masih tetap berkoalisi dengan pemerintah
ILUSTRASI. Meski menguat, tapi rata-rata harga acuan batubara di 2020 terendah dalam 5 tahun


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berkoalisi dengan pemerintah hingga 2014 mendatang. Anggota Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri beralasan PKS sudah meneken perjanjian dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sampai saat ini tetap di koalisi. Soal nanti bagaimana ya, kami tunggu putusan majelis syura," kata Salim, Selasa (18/10).

Salim mengakui reshuffle merupakan hak prerogatif presiden yang bersifat konstitusional. Menurutnya, tidak ada kesepakatan apapun yang bisa menafikannya.

Tetapi, Salim yang juga menteri sosial ini mengingatkan ada etika politik yang dijaga dalam koalisi. "Etika itu misalnya kalau mau reshuffle presiden komunikasi dengan pimpinan, tidak dengan menterinya. Termasuk menghormati komitmen awal . Dari awal kan PKS ini empat kursi ya," tegasnya.

Namun, bila jatah kursi menteri kurang, PKS masih belum menentukan sikap. "Kita lihat nanti tanggal mainnya," katanya.

Sampai berita ini ditulis, Salim sendiri mengaku belum ada panggilan lagi dari istana, entah itu dari presiden maupun stafnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×