kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

PINA garap pembiayaan 10 Bali baru, bagaimana updatenya?


Jumat, 08 Februari 2019 / 17:56 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) menargetkan master plan pembiayaan untuk salah satu destinasi pariwisata 10 Bali baru, Labuan Bajo akan selesai tahun ini.

CEO PINA Ekoputro Adijayanto mengatakan, memang hingga saat ini pihaknya masih menunggu master plan tersebut dari investor. Alasannya, investor lah yang memahami betul bagaimana mengembangkan kawasan pariwisata terpadu.

Master plan ini dinilai penting karena merupakan dasar untuk membangun suatu kawasan pariwisata yang sifatnya terpadu. "Kalau tidak ada (masterplan) maka kita tidak bisa mengajak mitra-mitra (investor) lain untuk membangun ini," katanya, Jumat (8/2).

Apalagi, biasanya untukmembangun kawasan pariwisata membutuhkan tidak hanya satu investor tapi banyak investor lain yang biasanya bergabung dalam konsorsium. "Saat ini kita masih nunggu dan diharapkan secepatnya selesai, seharusnya sih tahun ini selesai ya," tambah Ekoputro.

Sekadar tahu saja, saat ini sudah ada satu investor strategis yang minat di Labuan Bajo. Sayang, pihaknya enggan menyebutkan siapa investor tersebut, tapi yang pasti investor itu berasal dari Australia. Saat ini baik dari PINA dan investor masih intens berkoordinasi. Ekoputro bilang, alasan Australia minat lantaran dari sisi geografis dekat dengan Labuan Bajo.

"Saat ini kita ingin mereka menyiapkan proposal dan kita udah koordinasi dengan menteri pariwisata ingin mendorong agar financing segera dimulai dari adanya master plan dan fisibility studies yang baik," katanya.

Adapun, untuk potensi investasi Labuan Bajo bisa mencapai US$ 1 miliar. Selain Labuan Bajo, PINA juga saat ini mendorong pembiayaan untuk destinasi 10 Bali Baru lainnya yakni, Mandalika.

Meski begitu, di Mandalika saat ini sudah cenderung jalan untuk pariwisatanya karena sudah ada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation. Tapi, untuk pengembangan hotel-hotel disana PINA akan membantu.

"Mereka (ITDC) akan meleverage kekuatan dari aset yg mereka miliki. Jadi, ekuitasnya itu berbasis aset yang mereka miliki ditambah dengan fasilitas PINA nanti," tutur Ekoputro. Sekadar tahu saja, untuk Mandalika sendiri ia memperkirakan potensi si investasinya mencapai US$ 300 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×