kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.111   78,97   0,98%
  • KOMPAS100 1.145   12,82   1,13%
  • LQ45 828   6,97   0,85%
  • ISSI 288   4,21   1,49%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 517   3,69   0,72%
  • IDX80 128   1,27   1,01%
  • IDXV30 140   1,17   0,84%
  • IDXQ30 140   1,03   0,74%

Pimred media diajak bakar jagung di Istana Bogor


Jumat, 15 Maret 2013 / 16:53 WIB
Pimred media diajak bakar jagung di Istana Bogor
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi ./pho KONTAN/Caarolus Agus Waluyo/05/10/2020.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan pertemuan informal dengan pimpinan redaksi media yang tergabung dalam Forum Pemimpin Redaksi (pimred) bulan Mei  mendatang. Pertemuan itu rencananya digelar di Istana Bogor.

"Di Istana bogor akan ada bakar-bakar jagung dan bakar sate, pagi kami olahraga bersama dan tanam pohon," kata Ketua Forum Pemimpin Redaksi, Wahyu Muryadi usai bertemu dengan presiden SBY di Istana Negara, Jumat (15/3).

Menurut Wahyu yang juga Pemimpin Redaksi Tempo itu bilang, pertemuan di Bogor untuk mencairkan suasana yang selama ini digambarkan seperti ada love (cinta) and hate (benci). Acara bakar jagung dilakukan sebelum dilakukan Forum Pemimpin Redaksi pada 6-7 Juni 2013 di Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan petinggi redaksi media itu, Wahyu memastikan SBY akan datang sebagai tamu undangan. "Kebetulan beliau (SBY) sudah menyatakan kesediaan untuk hadir memberikan pencerahan di sana," Wahyu.

Wahyu menyatakan, dalam pertemuan pemimpin redaksi itu, akan ada kampanye anti kekerasan terhadap jurnalis dan kebebasan dalam proses peliputan. Selain itu, Forum Pemimpin Redaksi juga akan menyatakan sikap soal konglomerasi media oleh pemilik modal yang dinilai berpotensi mengontrol pemberitaan. "Atas dasar itu, kami (pimred) akan berkumpul rencananya 6-7 Juni mendatang untuk membicarakan soal independensi pemimpin redaksi," terang Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×