kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pikat investor asing, BI siapkan beberapa resep moneter


Kamis, 19 Juli 2018 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin, Bank Indonesia (BI) memilih mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate tetap sebesar 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur, Rabu-Kamis pekan ini.

BI menganggap fokus kebijakan pada stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah, mulai membuahkan hasil dengan kembali masuknya arus modal asing dan arus modal keluar yang lebih tenang.

Namun, BI tetap menyiapkan sejumlah instrumen moneter untuk mengundang dana-dana asing masuk menempatkan dananya di Indonesia. BI juga akan meningkatkan daya tarik dari aspek-aspek lain.

Nah, ada sejumlah rencana kebijakan moneter BI ke depan. Pertama, memperluas pilihan-pilihan instrumen moneter. “Apakah reaktivasi penerbitan Sertifikat BI (SBI) untuk tenor 9 dan SBI 12 bulan. Ini bisa meningkatkan portofolio asing,” ujar Perry.

Asal tahu saja, pada Agustus 2017 BI sudah berhenti menerbitkan SBI tenor 12 bulan karena perbankan domestik sudah mengalihkan dananya ke Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) dan Term Deposit.

Kedua, Perry mengatakan, BI juga akan mengeluarkan benchmark di pasar uang overnight untuk menentukan suku bunga, yang bernama “Indonia”. Instrumen ini digunakan meningkatkan kredibilitas benchmark dari pasar uang yang penentuan suku bunga di pasar uang nantinya berbasis transaksi. “Ini akan kami terbitkan terbitkan akhir bulan ini. Ini adalah untuk tingkatkan daya tarik investor global,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×