kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PHK Ancam Produsen Baja Hilir


Kamis, 23 Oktober 2008 / 16:24 WIB


Reporter: Abdul Wahid Fauzie |

JAKARTA. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri baja hilir sedang di depan mata. Padahal, industri baja adalah industri potensial yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. "Potensi PHK menjadi ancaman," kata Irvan Hakim, Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Kamis (23/10).
 
Produsen baja dunia juga telah memangkas produksi dan mem-PHK karyawannya. Irvan bilang perusahaan baja dunia yang memangkas produksi adalah Severstaal di Italia produksinya turun 30% dan telah mem-PHK karyawannya. ArcelorMittal di Ukraina turunkan kapasitas produksi 50%, dan Essar India di Algoma stop produksi blast furnace.

Salah satu ancaman ini datang dari membanjirnya produk baja asal China. Produsen baja lokal menjadi resah. Sebabnya, produk tersebut lebih murah ketimbang harga domestik. "Kapasitas produksi baja hilir banyak yang sudah terpangkas," kata Irvan.
 
Kapitalisasi sektor pipa minyak gas dan tabung gas turun 47%. Selain itu, produsen seng juga sudah menurunkan kapasitas produksinya rata-rata 30%. Produsen drum juga turun sebesar 50% dan sektor pelapis baja rumah tangga alias enamel turun 50%. Sementara, produsen kawat las sudah turun 50% dari kondisi dua bulan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×