kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.795   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.111   78,76   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,52   1,11%
  • LQ45 828   7,21   0,88%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 431   4,56   1,07%
  • IDXHIDIV20 516   3,58   0,70%
  • IDX80 128   1,36   1,07%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

PGI dan KWI tak percaya kasus HKBP kriminal biasa


Senin, 13 September 2010 / 15:04 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) tak yakin kasus penusukan majelis HKBP Bekasi adalah kriminal biasa. Kedua organisasi agama ini mendesak polisi mengungkapkan motif kasus berdasarkan investigasi.

Sebelumnya, polisi mengumumkan penusukan terhadap jemaat HKBP Asiah Lumbuan Toruan Sihombing murni kriminal biasa. "Polisi harus melakukan investigasi terlebih dahulu baru bisa bicara ini hanya kriminal biasa," ujar Ketua Umum PGI Andreas A. Yewangoe dalam konferensi pers di kantor Kementerian Agama, Senin (13/9).

Anggota KWI Benny Susetyo menilai kasus penusukan ini merupakan bentuk intoleransi dari masyarakat terhadap kebebasan beragama. Dia berharap polisi bisa bekerja profesional untuk mencari pelaku dan mengungkapkan motif tindak kekerasan ini. "Jangan sampai dipetieskan seperti kasus kekerasan anggota ICW yang dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Asia Sihombing anggota majelis HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi ditusuk oleh orang tidak dikenal. Pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor. Lokasi kejadian di sekitar daerah Ciketing Mustika Jaya. Akibat peristiwa tersebut, Sihombing kini dia masih dirawat RS Mitra Bekasi. Polisi sendiri menyatakan, kasus ini merupakan kriminal biasa dan tidak berkaitan dengan konflik agama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×