kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Petinggi Grup Salim siap ikut tax amnesty


Kamis, 01 September 2016 / 18:37 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah mulai fokus untuk menarik para wajib pajak besar mengikuti program tax amnesty. Tujuannya, supaya target pemerintah dalam program pengampunan pajak, yaitu penerimaan tambahan negara Rp 165 triliun, bisa tercapai.

Menurut salah seorang pengusaha Franciscus Welirang, hingga sejauh ini, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi, agar banyak pengusaha yang ikut dalam tax amnesty.

Salah satunya adalah, mengenai persayaratan dokumen yang memberatkan. Hal ini tidak sejalan dengan asas peropajakan kita yang menggunakan sistem self asessment.

Namun, meski demikian, pria yang juga Direktur di PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengaku akan mengikuti program tax amnesty.

"Saya pasti ikut," kata dia, yang akrab dipanggil Franky, Kamis (1/9) di Jakarta. Namun, dia tak ingin membeberkan rencana selanjutnya, apakah mengambil langkah deklarasi harta atau juga bersama repatriasi. 

Ia berkilah, dirinya hanya pengusaha kecil sehingga tidak penting apakah akan melakukan repatriasi atau deklarasi.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan akan membentuk satuan tugas yang khusus mengejar wajib pajak besar. Satuan tugas ini akan dibentuk di masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Sebagai catatan, hingga hari ini jumlah uang tebusan yang berhasil dikumpulkan sudah mencapai Rp 3,64 triliun dari 24.330 peserta, dengan total harta senilai Rp 174,01 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×