kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Pertumbuhan kredit loyo di semester satu

Jumat, 21 Juli 2017 / 19:40 WIB

Pertumbuhan kredit loyo di semester satu



JAKARTA. Pertumbuhan kredit di hampir enam bulan pertama tahun ini masih sangat rendah. Bahkan, belum mencapai separuh dari target tahun ini yang sebesar 10%-12%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan kredit tahun berjalan (year to date) hingga Mei 2017 baru mencapai 2,6%. "Jadi rendah. Padahal kami di awal tahun memperkirakan pertumbuhan kredit antara 10%-12%," kata Agus saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu), Jumat (21/7).

Menurut Agus, pertumbuhan kredit yang masih sangat rendah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, perbankan pernah memperkirakan kredit bemasalah atau non performing loan (NPL) akan melonjak. Walaupun NPL saat ini tidak terlalu tinggi, yaitu 3,1%.

Perbankan lanjut Agus, masih memperhatikan relaksasi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai Ketentuan Kehati-Hatian dalam Rangka Stimulus Perekonomian Nasional bagi Bank Umum (Peraturan OJK Nomor 11/POJK/03/2015) yang diterbitkan 2015.

Relaksasi tersebut berupa pelonggaran aturan restrukturisasi kredit dari tiga pilar (sektor industri, kondisi perusahaan, dan kemampuan membayar) menjadi hanya satu pilar yaitu kemampuan membayar. Namun, stimulus ini akan berakhir masa berlakunya pada bulan Agustus mendatang dan rencananya akan diperpanjang.

"Nah kalau relaksasinya jatuh tempo di Juli atau Agustus, dampaknya seperti apa, mungkin perbankan masih memperhatikan itu," tambah.

Kedua, permintaan kredit yang rendah karena banyak perusahaan yang mengikuti kebijakan amnesti pajak. Ketiga, harga komoditi yang belum terlihat membaik juga jadi pertimbangan perusahaan untuk mengajukan kredit. Sebab, perusahaan masih melakukan konsolidasi untuk menjaga neraca dan profitabilitas perusahaan agar tetap sehat.

Menurut Agus, pertumbuhan kredit di semester kedua tahun ini masih tergantung pada komoditi sumberdaya alam. Jika harga komoditi tersebut di tingkat global membaik maka akan meningkatkan pertumbuhan kredit.

"Kami masih pegang (proyeksi pertumbuhan kredit 2017) 10%-12% dan pertumbuhan dana pihak ketiga 9%-11%. Tetapi year to date tidak terlalu menggembirakan. Tetapi kami harap di semester kedua lebih baik," tambah Agus.


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Markus Sumartomjon

KREDIT BANK

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0676 || diagnostic_web = 0.3255

Close [X]
×