kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 6.008   -93,56   -1,53%
  • KOMPAS100 783   -12,92   -1,62%
  • LQ45 590   -8,14   -1,36%
  • ISSI 208   -3,72   -1,75%
  • IDX30 334   -4,30   -1,27%
  • IDXHIDIV20 408   -4,43   -1,07%
  • IDX80 89   -1,50   -1,66%
  • IDXV30 110   -0,74   -0,67%
  • IDXQ30 107   -1,10   -1,02%

Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 diprediksi bisa minus 3%


Kamis, 24 September 2020 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Konsumsi Dorong Pertumbuhan Ekonomi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 diperkirakan masih akan berada dalam zona negatif. Meski begitu, kontraksi ekonomi diproyeksikan tak akan sedalam kontraksi kuartal II-2020 yang mencapai minus 5,32% yoy. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memaparkan, prediksi perekonomian pada kuartal III-2020 bisa terkontraksi di kisaran minus 3% yoy kalau kurva Covid-19 belum melandai sehingga harus ada pembatasan aktivitas lagi. 

"Kalau now casting kami yang terakhir, di kuartal III-2020 kontraksinya bisa di minus 2% hingga 3%," jelas Andry dalam acara Economic Outlook Triwulan III/2020, Kamis (24/9) via video conference. 

Sementara itu, di kuartal IV-2020, Andry melihat pertumbuhan masih berpotensi negatif, akan tetapi tetap ada harapan untuk bisa bergerak ke zona positif meski akan berada di level 0%. 

Baca Juga: Begini cara Sri Mulyani percepat penyaluran anggaran PEN

Pergerakan perekonomian ini akan tergantung dengan realisasi stimulus dari pemerintah untuk mengungkit ekonomi, juga tambahan kasus Covid-19. 

Lebih lanjut, dengan perkembangan tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi di keseluruhan tahun 2020 ini diperkirakan akan bergerak di minus 1% hingga 2,2% yoy. Akan tetapi, perekonomian akan mulai memasuki masa pemulihan di tahun 2021 sehingga, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4,4% yoy pada tahun depan. 

Selanjutnya: OJK: Restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 884,5 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×