kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.720   13,00   0,07%
  • IDX 6.487   25,37   0,39%
  • KOMPAS100 857   1,44   0,17%
  • LQ45 652   0,81   0,12%
  • ISSI 225   2,07   0,93%
  • IDX30 361   -0,11   -0,03%
  • IDXHIDIV20 451   -0,08   -0,02%
  • IDX80 98   0,11   0,11%
  • IDXV30 125   0,27   0,22%
  • IDXQ30 116   -0,11   -0,10%

Pertumbuhan ekonomi kuartal I di bawah ekspektasi, bagaimana nasib kuartal II?


Selasa, 05 Mei 2020 / 22:43 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 hanya berada di level 2,97%. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

Ryan menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah bahwa realisasi PDB Q1 ini terjadi ketika pandemi Covid-19 belum begitu merasuki perekonomian Indonesia dengan kebijakan restriktif seperti work from home (WFH), social distancing, dan pembatasan sosisla berskala besar (PSBB).

“Jadi hampir pasti proyeksi PDB di uartal 2 cenderung akan lebih rendah (berkisar 1,5%) dibanding realisasi kuartal 1,” Tegasnya, Selasa (5/5).

Untuk itu di sisa dua bulan terakhir di kuartal 2 ini, Ryan meminta agar pemerintah harus fokus pada upaya mempertahankan daya beli masyarakat, terutama mereka yang terdampak Covid-19 sehingga terpaksa kehilangan pekerjaan atau dirumahkan tanpa digaji untuk sementara waktu.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi lesu, CORE desak pemerintah turunkan harga BBM, listrik, dan gas

Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan program bantuan darurat ke kalangan pengusaha, utamanya UMKM, sehingga kegiatan perekonomian masih ada yang bergerak.

“Penyaluran dana bansos dan sejenisnya ke warga masyarakat yang terpapar Covid-19 harus dipercepat supaya kegiatan KRT tetap berlanjut untuk menopang PDB di kuartal 2 dan seterusnya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×