kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,37   1,59   0.17%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif atau terkoreksi lagi di kuartal III


Sabtu, 26 September 2020 / 15:09 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif atau terkoreksi lagi di kuartal III
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif di kisaran -2,9% sampai -1,0% yoy pada kuartal III-2020.

Bahkan BKF mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah melambat sejak kuartal I-2020 yang tumbuh di bawah 5% atau hanya 2,97% yoy.

Kepala BKF, Febrio Kacaribu menjelaskan, meskipun akan tumbuh negatif atau terkoreksi lagi di kuartal III, namun pertumbuhan itu dipastikan akan lebih membaik dari kuartal sebelumnya.

Sebab, pemerintah telah berupaya keras untuk mendorong konsumsi pemerintah yang telah naik tajam dalam mendorong percepatan realisasi belanja pemerintah.

Baca Juga: BKF: Target pertumbuhan ekonomi 4,5% tahun 2021 cukup realistis tercapai

BKF mengatakan, sejak bulan Februari 2020, pemerintah bahkan telah menyiapkan kebijakan-kebijakan terkait apa saja yang akan dilakukan sepanjang tahun 2020.

Adapun seiring berjalannya berbagai regulasi dan perundang-undangan agar pemerintah dapat melaksanakan berbagai bantuan maka pemerintah menekan defisit Indonesia hingga 6,34%.

“Komponen bangsa kita merespon krisis masalah yang sama dengan begitu cepat. DPR dan pemerintah kita saling bahu membahu hingga Perppu yang dikeluarkan juga cepat. Karena sejujurnya kalau tidak ada Perppu kita tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Febrio dalam konferensi pers secara daring, Jumat (25/9).

Febrio mengatakan, sejak bulan Juni 2020 ini pengeluaran konsumsi sudah mulai mengalami peningkatan yakni seperti penjualan mobil, penjualan semen mencapai 4.97 juta ton, kemudian sektor ritel dan properti juga turut menunjukan perbaikan serta konsumsi listrik maupun indeks manufaktur Indonesia yang turut membaik pada Agustus 2020.

“Itu tanda-tanda bahwa Indonesia sudah menunjukan adanya perbaikan pada perekonomiannya. Namun hal itu tidak bisa mendorong banyak pemulihan jika dibandingkan tahun lalu kalau kita tidak berhasil melakukan 3M,” katanya.

Baca Juga: Kepala BKF: Indonesia sudah pasti resesi pada tahun 2020

Sehingga, obat mujarab yang paling bisa mendorong pemulihan ekonomi dan resesi Indonesia adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

“Ditambah lagi apabila upaya penanganan pandemi melalui penemuan vaksin yang lebih cepat maka Indonesia akan kembali maju ke zona ekspansi,” harap Febrio.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×