kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tim Jokowi-JK tak paham modus Babinsa


Jumat, 06 Juni 2014 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Dirjen Pajak Suryo Utomo saat pemaparan capaian APBN 2021, Senin (3/1/2022).


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Anggota tim advokasi pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Sirra Prayuna memberikan keterangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pengerahan anggota bintara pembinaan desa (Babinsa) untuk memilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Namun, Sirra mengaku tidak mengetahui secara detil bagaimana modus yang digunakan anggota Babinsa tersebut. "Secara langsung saya memang tidak tahu persis bagaimana pola yang dipakai, bagaimana pendekatannya, apa kepentingan untuk melakukan pendataan itu. Dalam konteks itu saya datang hari ini ke Bawaslu," ujar Sirra usai menyampaikan keterangannya di Gedung Bawaslu, Jumat (6/6).

Sirra menjalani pemeriksaan selama sekita satu jam. Pemeriksaan terkait kejadian tindakan Babinsa yang turun ke masyarakat pada Sabtu (31/5) lalu. "Ditanyai, kapan saya tahu kejadian itu, siapa melakukannya, bagaimana cara perbuatan dilakukan," katanya.

Meski mengaku tidak tahu detail kejadian, Sirra membawa beberapa barang bukti yang menurutnya dapat menjadi pendukung laporannya, yaitu pemberitaan di beberapa media massa. (Deytri Robekka Aritonang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×