kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Perlu evaluasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia


Selasa, 30 November 2021 / 06:05 WIB


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

“Hal ini dapat difahami karena Sebagian besar program mas Menteri diberlakukan secara selektif artinya masih terdapat komponen guru yang tidak merasakan manfaat dari program-program Kemendikbudristek. PGP, PSP dan POP diberikan melalui seleksi yang cukup ketat, sedangkan P3K masih terbatas pada guru Honorer yang sudah tercantum di Dapodik,” ujar Heru.

FSGI mengatakan, masih terdapat kelompok guru yang menilai kurang terhadap kebijakan Mendikbud ristek, meskipun di bawah 10%. Namun hal ini tidak dapat diabaikan begitu saja.

Baca Juga: DPR: Survei lingkungan belajar ciptakan kultur sekolah toleran

Khususnya untuk bantuan kuota belajar, terdapat 10,4% guru yang menilai kurang artinya masih terdapat proses penyaluran yang tidak tepat sasaran maupun peruntukannya.

“Secara umum penilaian kurang ini hendaknya menjadi ruang koreksi dan evaluasi bagi kementerian untuk perbaikan pada tahap pelaksanaan ke depannya,” tutur Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×