kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Tambah Luas Tanam di Sulawesi Selatan


Jumat, 17 Januari 2025 / 20:37 WIB
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Tambah Luas Tanam di Sulawesi Selatan
ILUSTRASI. Petani menaburkan pupuk pada lahan pertanian padi di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2024). Berbagai langkah strategis telah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan berbagai langkah strategis telah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Salah satunya dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian pada 24 November 2024 lalu. 

"Dari hasil sinkronisasi bersama dilakukan penambahan luas tanam 2.087.602 Ha dari target 2.585.602 Ha melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi," kata Dody dalam keterangan pers, Jumat (17/1).

Baca Juga: Percepatan Swasembada Pangan, Menteri PU: Ada Penambahan Luas Tanam 2,08 juta Ha

Dody menambahkan, Kementerian PU sebagai supporting unit Kementerian Pertanian untuk program ketahanan swasembada pangan.

Pihaknya telah melaksanakan survei dan verifikasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) di seluruh Indonesia bersama Dinas Pertanian, TNI, dan BSIP pada 20 November 2024. 

Berdasarkan hasil survei dan verifikasi tersebut, khusus untuk Provinsi Sulawesi Selatan total penambahan luas tanam seluas 213.521 hektare (Ha) dari Target 291.666 Ha setelah dilaksanakan Optimasi Lahan yang didukung Kemen PU dan Pompanisasi oleh Kementerian Pertanian. 

"Penambahan luas tanam di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut meliputi dari irigasi seluas 37.987 Ha, dari Optimasi Lahan (OPLAH) seluas 41.046 Ha, dan dari pompanisasi seluas 134.488 Ha," jelas Dody. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Terbaru: Makassar, Palopo, Toraja, serta Lainnya

Dalam optimasi lahan, Kementerian PU melakukan normalisasi dan pemeliharaan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier sepanjang 2.600 km, pembangunan dan rehabilitas bangunan/pintu air sebanyak 2.490 unit. 

Untuk Provinsi Sulawesi Selatan pada TA 2025 dikerjakan pembangunan saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Baliase di Kabupaten Luwu Utara sepanjang 10,16 km serta pembangunan saluran primer dan sekunder DI Gilireng di Wajo sepanjang 12,04 km.

Selain itu, juga rehabilitasi saluran sekunder DI Saddang Kabupaten Sidenreng Rapang sepanjang 3 km dan rehabilitasi saluran primer DI Kerala Karraole sepaniang 1 km. 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2025 di Aula Tudang Sipulung, Kota Makassar, Jumat (17/1/2025). 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 17-18 Januari, Berpotensi Hujan Ringan

Kegiatan rakor dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rangka peningkatan koordinasi dan kolaborasi percepatan pelaksanaan program swasembada pangan, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu daerah lumbung padi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×