kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Perkuat Ikon Kota Budaya, Tahir Solo Museum Jadi Magnet Wisata Baru


Selasa, 28 Juli 2026 / 17:55 WIB
Perkuat Ikon Kota Budaya, Tahir Solo Museum Jadi Magnet Wisata Baru
Dokumentasi Tahir Solo Museum


Reporter: Nur Cholis | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Warga Kota Surakarta, atau yang akrab disapa Solo, kini memiliki destinasi wisata edukasi dan budaya baru yang modern. Tahir Solo Museum secara resmi memulai tahap pembukaan awal (soft opening) pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kehadiran museum yang mengusung konsep perpaduan budaya, sains, dan teknologi ini merupakan wujud hibah dari filantropis Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA melalui Tahir Foundation kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Destinasi ini tidak sekadar menjadi sarana rekreasi, melainkan ruang interaktif untuk pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengenalan seni, budaya, hingga sejarah. Peresmian museum ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk sang donatur Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Prof. Dr. Agus Mulyana, Wali Kota Surakarta Respati Ardi, serta jajaran pejabat daerah lainnya. Selain itu, acara ini turut disaksikan oleh perwakilan internasional dari Tiongkok, Spanyol, serta komunitas museum global.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan kota di sektor pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, Pemkot Surakarta memberikan penghargaan khusus kepada Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir dalam momen peresmian tersebut.

Salah satu daya tarik utama dari Tahir Solo Museum adalah koleksi fosil asli dinosaurus jenis Omeisaurus tianfuensis sepanjang 20 meter. Fosil yang diperkirakan berumur lebih dari 130 juta tahun ini dipinjamkan langsung dari Provinsi Sichuan, China. Di samping itu, museum ini juga memamerkan replika dinosaurus, koleksi astronomi dan antariksa, robotik berbasis STEM, hingga berbagai karya seni budaya.

 

Pengembangan Tahir Solo Museum dirancang dalam tiga fase berkelanjutan. Fase pertama yang telah diresmikan meliputi bangunan utama museum yang diserahterimakan kepada Pemkot Surakarta. Saat ini, pengerjaan fase kedua masih berlangsung dengan fokus pembangunan President Center. Fasilitas ini nantinya akan menyajikan edukasi dan pameran terkait rekam jejak para Presiden Republik Indonesia sejak masa kemerdekaan, lengkap dengan auditorium terbuka dan tertutup untuk kegiatan seminar maupun edukasi.

Adapun fase ketiga akan dikembangkan lebih lanjut oleh Pemkot Surakarta dengan menghadirkan fasilitas pendukung yang diklaim bakal bermanfaat luas bagi masyarakat setempat. Untuk memaksimalkan potensinya, Pemkot Surakarta juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di sekitarnya demi menghidupkan ekosistem pendidikan dan seni. Kehadiran Tahir Solo Museum pun diyakini akan memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya unggulan sekaligus etalase kebudayaan Indonesia di mata dunia.

Agus menjelaskan, museum ini akan menjadi salah satu museum terbesar di Indonesia dengan luas lima hektare. Tidak hanya untuk pelestarian budaya dan sejarah, pemerintah akan mengusulkan area museum lain sebagai fasilitas publik yang produktif, seperti rumah sakit, hotel, hingga ruang pemberdayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan efek ganda atau multiplier effect bagi perekonomian Kota Solo.

 

"Hanya usulan saya bisa bangun rumah sakit, hotel dan untuk UMKM untuk menciptakan lapangan kerja bagi UMKM. Jadi infrastruktur sudah kita bangun," katanya.

Sementara itu, Datuk Sri Tahir menjelaskan, pendirian museum ini berawal dari keinginannya untuk memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat Solo. Gagasan ini mulai bergulir setelah pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka tiga tahun lalu, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Proses konstruksi museum kemudian direalisasikan mulai tahun 2023.

"Saya menyatakan bahwa saya ingin memberikan sedikit sumbangsih untuk Kota Solo. Maka diberikanlah fasilitas tempat ini lima hektare (untuk pembangunan Tahir Solo Museum)," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×