kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Perbaiki rumah korban gempa, BNPB minta insentif bagi penyedia bahan bangunan


Jumat, 05 Oktober 2018 / 15:21 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta insentif bagi penyedia bahan bangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahan bangunan dibutuhkan untuk proses perbaikan rumah korban yang terdampak bencana gempa di NTB.

BNPB berharap harga material bangunan tidak melonjak sehingga mempersulit proses perbaikan. "Kalau tinggi tentu juga masyarkat kesulitan, termasuk kita memperjuangkan agar bagi orang yang menyiapkan bahan tidak terkena pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh)," ujar Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jumat (5/10).

Pembangunan dilakukan dengan sistem pemberdayaan masyarakat. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendampingi secara teknis.

Perbaikan rumah juga didampingi oleh fasilitator. Harmensyah bilang, fasilitator nantinya akan membantu mempersiapkan dokumen teknis dan administratif.

Pemerintah juga memberikan dana untuk perbaikan rumah. "Satu rumah rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta," terang Harmensyah.

Harmensyah mengatakan, saat ini berdasarkan data terdapat sekitar 204.000 rumah yang mengalami kerusakan. Dari angka tersebut yang telah diverifikasi sebesar 80%.

Sementara untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) belum dihitung BNPB. Penanganan bencana di daerah tersebut saat ini masih pada tahap pemulihan awal.

"Namun untuk penanganan darurat kita sudah berikan juga dana-dana operasi darurat," jelas Harmensyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×