kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Perbaiki pelabuhan & bandara di Sulteng, pemerintah utang Rp 1,4 triliun dari ADB


Sabtu, 07 Desember 2019 / 19:18 WIB
Perbaiki pelabuhan & bandara di Sulteng, pemerintah utang Rp 1,4 triliun dari ADB
ILUSTRASI. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam pertemuan menteri transportasi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina (BIMP) di Jakarta, Jumat (6/12/2019). Pemerintah Indonesia menggelar 12th Transport Ministers Meeting BIMP-EAGA and Relate

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Asian Development Bank (ADB) akan memberikan dana pinjaman ke Indonesia untuk merevitalisasi tiga pelabuhan dan satu bandar udara di Sulawesi Tengah pasca gempa bumi dan tsunami tahun lalu.

Pinjaman yang diberikan ADB sekitar US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun (1US$=Rp 14.000) untuk perbaikan dan rekonstruksi. "Kita sedang bekerja sama dengan ADB untuk menggarap design, dan tahun 2020 akan kita mulai," tutur Budi, Jumat (6/12).

Baca Juga: ADB kucurkan US$ 50 juta untuk proyek satelit internet

Berdasarkan laman resmi ADB Juni 2019, pinjaman yang diberikan pun untuk merehabilitasi pelabuhan yang rusak di Pantoloan, Donggala dan Wani. Sementara, bandar udara yang akan diperbaiki dan direkonstruksi adalah Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri di Palu.

September tahun lalu, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 melanda Palu dan sekitarnya. Gempa berpusat di Kota Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Baca Juga: Perbankan siap gelontorkan dana jumbo untuk pengembangan digital di tahun depan

Pinjaman tak hanya diberikan untuk merevitalisasi sektor transportasi di Sulawesi Tengah, Budi juga mengatakan, ADB akan memberikan bantuan di Kalimantan untuk pembangunan konektivitas. "Jadi ada dua pendanaan, di Sulawesi dan Kalimantan," tutur Budi.




TERBARU

Close [X]
×