kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.243   2,00   0,01%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Perbaikan mangrove butuh dana APBN hingga CSR


Kamis, 07 September 2017 / 16:27 WIB


Reporter: Cecylia Rura | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID -  Pemerintah berencana mengembalikan lebih dari 3,5 juta hektare hutan mangrove di Indonesia. Perlu bahu-membahu dalam penyediaan anggaran perbaikan hutan mangrove ini. 

Dalam catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2105, lebih dari 1,8 juta hektare hutan mangrove di Indonesia rusak. Padahal, luas tanam mangrove di Indonesia pernah mencapai 3,94 juta hektare. 

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian bidang Perekonomian, Montty Girianna mengatakan, perlu anggaran dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mengembalikan hutan mangrove. 

"Untuk me-restore sampai 3,5 juta hektare, pasti APBN (anggaran negara) perlu, APBD perlu CSR (bantuan korporasi) juga perlu, bantuan dari internasional juga perlu," kata Montty ditemui KONTAN di lobi Gedung Kemenko, Jakarta, Rabu (7/9).

Dia bilang, selama ini pemerintah memiliki anggaran pemeliharaan mangrove tapi tak seberapa. Bantuan dari negara asing seperti Jepang juga tak bisa menyalip laju kerusakan yang terjadi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×