kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Perbaikan irigasi terganjal ketidaksinkronan data


Senin, 15 Agustus 2016 / 19:11 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana pemerintah untuk segera memperbaiki sarana irigasi menghadapi kendala. Salah satu kendala, datang dari perbedaan data.

Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Donny Azdan mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan jumlah jaringan irigasi yang perlu direhabilitasi mencapai hampir 2,1 juta hektare. Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan, jumlah jaringan irigasi yang perlu direhabilitasi mencapai 1 juta hektare.

"Jadi memang masih berbeda," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Senin (15/8).

Atas perbedaan tersebut, Donny mengatakan, pemerintah akan membentuk tim untuk mengecek ulang saluran irigasi yang perlu direhabilitasi. Tim tersebut diberikan waktu paling lama satu bulan untuk menyelesaikan tugas mereka. Pemerintah menyatakan, akan mengatasi masalah di sektor pertanian dalam waktu tiga bulan sejak Juli kemarin.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu fokus masalah yang akan diatasi adalah irigasi. Dia menyatakan akan memperbaiki irigasi yang rusak. Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, fokus pembenahan irigasi diambil karena sarana tersebut penting menunjang kegiatan pertanian. "Untuk menaikkan produksi, entah itu padi, bawang, semuanya ditentukan irigasi. Maka itu akan diperbaiki," katanya.

Donny mengatakan, walaupun data masih kacau, pemerintah akan meningkatkan anggaran besar untuk perbaikan irigasi. Untuk tahun 2017 nanti, rencananya pemerintah akan menggelontorkan anggaran Rp 12 triliun atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun ini yang hanya Rp 6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×