kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.735   -83,00   -0,47%
  • IDX 6.308   300,71   5,01%
  • KOMPAS100 841   47,33   5,96%
  • LQ45 631   33,94   5,68%
  • ISSI 215   9,04   4,39%
  • IDX30 357   18,00   5,31%
  • IDXHIDIV20 437   19,46   4,66%
  • IDX80 95   5,30   5,91%
  • IDXV30 117   4,13   3,65%
  • IDXQ30 115   5,50   5,04%

Perang mata uang bisa memicu perang dunia ketiga!


Selasa, 02 November 2010 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perang mata uang alias currency war sudah terlanjur menaikkan suhu ketegangan di antara negara-negara di hampir semua kawasan. Berbagai forum dunia terkemuka seperti G20 banyak diharapkan bisa melahirkan kesepakatan-kesepakatan supaya suhu ketegangan antara Amerika Serikat dengan China yang menjadi episentrum currency war bisa mengendur. Bila ini tidak dilakukan, dunia bisa terjebak kembali dalam era proteksionisme yang akhirnya memicu perang dunia I.

Chief Advisor World Economic Forum Xavier Sala-i-Martin menuturkan, saat ini ketakutan terbesar negara-negara terkait berlangsungnya perang mata uang adalah terjebaknya dunia terhadap proteksionisme seperti yang terjadi di kisaran tahun 1929-an. "Yang ditakutkan bersama adalah ketika masing-masing negara terlalu protektif terhadap mata uangnya dengan kebijakan proteksionisme tahun 1929-an yang kemudian memicu perang dunia pertama," ujarnya dalam acara Mandiri Economic Forum di Jakarta, Selasa (2/11).

Sayangnya, ujar Xavier, forum global seperti G20 menurutnya sudah tidak bergigi. "Banyak yang berharap forum tersebut bisa melahirkan jalan keluar dari dispute ini, namun sampai terakhir anda tahu tidak ada satupun yang terjadi. Tidak ada kesepakatan yang mengikat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×