kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Penyerapan BLSM belum sempurna


Selasa, 13 Agustus 2013 / 19:11 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat batubara. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015


Reporter: Fahriyadi | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dibagikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahap I ini sudah hampir selesai 100%.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan, dari 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang memperoleh BLSM lewat Kartu Perlindungan Sosial (KPS), ada sekitar 257.000 KPS yang dikembalikan karena tidak terserap.

"Ada kartu yang dikembalikan atau tidak terserap oleh mereka yang berhak menerimanya, jumlahnya sekitar 257.000," ujar Agung, Selasa (13/8).

Menurut Agung, nantinya KPS yang tak terserap ini akan diganti dan diberikan kepada RTS yang miskin dan belum terdaftar di BLSM tahap I untuk penyaluran tahap II yang akan dimulai pada September mendatang.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa penggantian KPS dari nama RTS lama ke nama RTS baru ini nantinya ditentukan lewat musyawarah kelurahan dan desa sebagai syarat utamanya.

Lebih jauh, Agung mengatakan jika nantinya setelah penggantian ternyata masih ada Rumah Tangga miskin lain yang belum terdaftar dan kebagian KPS karena sudah habis, sementara itu musyawarah keluarahan dan musyawarah desa menyatakan mereka berhak.

"Dalam kasus tersebut, Rumah Tangga tersebut bisa dicover oleh Pemerintah Daerah setempat lewat dana APBD," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×