kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyerapan BLSM belum sempurna


Selasa, 13 Agustus 2013 / 19:11 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat batubara. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015


Reporter: Fahriyadi | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dibagikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahap I ini sudah hampir selesai 100%.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan, dari 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang memperoleh BLSM lewat Kartu Perlindungan Sosial (KPS), ada sekitar 257.000 KPS yang dikembalikan karena tidak terserap.

"Ada kartu yang dikembalikan atau tidak terserap oleh mereka yang berhak menerimanya, jumlahnya sekitar 257.000," ujar Agung, Selasa (13/8).

Menurut Agung, nantinya KPS yang tak terserap ini akan diganti dan diberikan kepada RTS yang miskin dan belum terdaftar di BLSM tahap I untuk penyaluran tahap II yang akan dimulai pada September mendatang.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa penggantian KPS dari nama RTS lama ke nama RTS baru ini nantinya ditentukan lewat musyawarah kelurahan dan desa sebagai syarat utamanya.

Lebih jauh, Agung mengatakan jika nantinya setelah penggantian ternyata masih ada Rumah Tangga miskin lain yang belum terdaftar dan kebagian KPS karena sudah habis, sementara itu musyawarah keluarahan dan musyawarah desa menyatakan mereka berhak.

"Dalam kasus tersebut, Rumah Tangga tersebut bisa dicover oleh Pemerintah Daerah setempat lewat dana APBD," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×