kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penurunan harga sumbang pelambatan ekonomi RI


Rabu, 05 Agustus 2015 / 11:48 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pelambatan ekonomi Indonesia pada kuartal II tak terlepas dari rendahnya harga berbagai komoditas. Baik komoditas migas dan non-migas menekan perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) periode April-Juni lalu. 

Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2015 sebesar 4,67% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perolehan ini meleset dari perkiraan pemerintah dan Bank Indonesia, yang memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal II ini sama seperti kuartal I yaitu 4,7%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, harga gandum, harga beras, kedelai, kopi, ikan dan gula cenderung melandai di triwulan II-2015. Sementara harga komoditas seperti batubara, gas, bijih besi, uranium, dan timah masih merosot secara global. 

Harga batubara misalnya, rata-rata di kisaran US$ 59,6 per ton sepanjang kuartal II-2015, bandingkan dengan harga semester II-2014 yang di kisaran US$ 74,45 per ton.

Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan terkait rencana bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve menaikkan bunga menjadi penyebab lemahnya ekonomi. 

Secara kumulatif, Januari-Juni atau semester I-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,7%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×