kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Penumpang Malaysia Airlines batalkan penerbangan


Jumat, 18 Juli 2014 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berencana membangun pabriknya yang kedua di wilayah Cilegon. TRIBUNNEWS/HO


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sejumlah calon penumpang Malaysia Airlines (MAS)membatalkan jadwal penerbangannya setelah mendengar tragedi jatuhnya pesawat MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur di daerah dekat perbatasan Ukraina-Rusia, Kamis (17/7).

Tragedi ini merupakan yang kali kedua. Sebelumnya, pesawat MH730 hilang dari peredaran dalam perjalanannya menuju Shanghai dari Kuala Lumpur. Ketakutan akan kejadian serupa terulang kembali menjadi alasan pembatalan tersebut.

"Saya penakut aja. Selain itu, orangtua juga nggak ngizinin biar kata mereka (MAS), jalur penerbangannya sudah ganti," kata Eka, salah seorang calon penumpang yang membatalkan pembelian tiketnya di kantor MAS, Jumat (18/7).

Sedianya, Eka akan berlibur ke salah satu negara di Eropa dengan menggunakan MAS. Tetapi, setelah tragedi ini. ia pun berencana mencari maskapai penerbangan lain.

Hal serupa juga dilakukan oleh Tatik yang datang ke kantor MAS bersama anaknya. Ia membatalkan empat tiket pesawat ke Amsterdam. Rencananya, Tatik sekeluarga hendak menghadiri acara keluarga di Amsterdam.

"Anak saya begitu dengar kejadian itu, takut sekali. Apalagi nanti kita pulang ke Indonesianya, berangkat dari Amsterdam. Sama (seperti rute MH17)," kata seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Para front officer MAS pun tampak tak henti-hentinya menghadapi pertanyaan dari calon penumpang mengenai insiden MH17 tersebut. "Kejadian pertama, kami masih bisa bilang aman, tapi kejadian kedua ini, kami sudah nggak bisa ngomong apa-apa lagi," kata salah seorang petugas Malaysia Airlines. (Laila Rahmawati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×