kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.872   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Konsumsi rumah tangga kuartal I-2016 melambat


Rabu, 13 April 2016 / 16:52 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pelambatan konsumsi rumah tangga semakin tampak. Indikator konsumsi rumah tangga, salah satunya penjualan eceran juga menindikasikan adanya perlambatan.

Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan, secara tahunan penjualan eceran pada tiga bulan pertama tahun ini mengalami pelambatan.

Indeks Penjualan Riil (IPR) pada akhir Maret 2016 diperkirakan tumbuh 9,6% year on year (YoY). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan IPR pada bulan Februari 2016 yang sebesar 9,9%, dan pertumbuhan IPR pada Januari 2016 yang sebesar 12,9%.

Melambatnya indeks tersebut pada bulan lalu, terutama disebabkan oleh melambatnya penjualan komoditas peralatan informasi dan komunikasi menjadi sebesar 24,7% YoY, lebih rendah dibanding pertumbuhan Februari yang sebesar 32,1% YoY.

Penurunan penjualan komoditas tersebut terutama disebabkan oleh penurunan elektronik yaitu audio atau video.

Tak hanya itu, pada Maret lalu diperkirakan terjadi kontraksi penjualan komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 16% YoY, lebih rendah dibanding kontraksi pada Februari 2016 yang sebesar 12,7% YoY.

Khusus pertumbuhan secara tahunan IPR Februari 2916 yang juga melambat dibanding bulan sebelumnya, terjadi karena perlambatan penjualan makanan dan nonmakanan. Penjualan makanan tumbuh sebesar 9,5% YoY, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 13,5% YoY.

Sementara itu, penjualan nonmakanan melambat menjadi 10,5% YoY dari bulan sebelumnya yang sebesar 12,1% YoY. Pelamtaran tersebut terutama didorong oleh menurunnya penjualan produk sandang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×