kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pengusaha tolak kenaikan cukai


Kamis, 08 Oktober 2015 / 10:53 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan penerimaan negara dari kenaikan tarif cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) menuai protes.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo bilang, akibat tekanan ekonomi yang besar, telah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sebanyak 30.000 pekerja rokok kretek telah di-PHK. Tingginya target cukai rokok pun memberatkan pengusaha," katanya.

Makanya, AMTI menolak keras kenaikan target cukai tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan target cukai tahun depan menjadi Rp 145,7 triliun dalam RAPBN 2016 terlalu berat.

Normalnya  target kenaikan penerimaan cukai hanya 7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Apalagi kondisi ekonomi sedang melambat.

Pada tahun ini, dia memperkirakan, realisasi penerimaan cukai hanya akan mencapai 93,24% dari target Rp 145,34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×