kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pengusaha tolak kenaikan cukai


Kamis, 08 Oktober 2015 / 10:53 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan penerimaan negara dari kenaikan tarif cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) menuai protes.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo bilang, akibat tekanan ekonomi yang besar, telah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sebanyak 30.000 pekerja rokok kretek telah di-PHK. Tingginya target cukai rokok pun memberatkan pengusaha," katanya.

Makanya, AMTI menolak keras kenaikan target cukai tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan target cukai tahun depan menjadi Rp 145,7 triliun dalam RAPBN 2016 terlalu berat.

Normalnya  target kenaikan penerimaan cukai hanya 7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Apalagi kondisi ekonomi sedang melambat.

Pada tahun ini, dia memperkirakan, realisasi penerimaan cukai hanya akan mencapai 93,24% dari target Rp 145,34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×