kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Pengusaha tolak kenaikan cukai


Kamis, 08 Oktober 2015 / 10:53 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan penerimaan negara dari kenaikan tarif cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) menuai protes.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo bilang, akibat tekanan ekonomi yang besar, telah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sebanyak 30.000 pekerja rokok kretek telah di-PHK. Tingginya target cukai rokok pun memberatkan pengusaha," katanya.

Makanya, AMTI menolak keras kenaikan target cukai tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan target cukai tahun depan menjadi Rp 145,7 triliun dalam RAPBN 2016 terlalu berat.

Normalnya  target kenaikan penerimaan cukai hanya 7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Apalagi kondisi ekonomi sedang melambat.

Pada tahun ini, dia memperkirakan, realisasi penerimaan cukai hanya akan mencapai 93,24% dari target Rp 145,34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×