kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.975   62,00   0,35%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Pengrajin Tempe Terdampak Kenaikan Harga Kedelai, Mentan Akan Kumpulkan Importir


Selasa, 07 April 2026 / 16:11 WIB
Pengrajin Tempe Terdampak Kenaikan Harga Kedelai, Mentan Akan Kumpulkan Importir
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Ultra Mikro Online (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga kedelai impor melonjak di tengah konflik Timur Tengah. Kenaikan ini turut memukul usaha para pengrajin tempe di tanah air.

Merespons hal ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa pihaknya akan mengumpulkan para importir dalam waktu dekat. Pihaknya meminta agar mereka tidak menaikkan harga bahan baku tempe terlalu tinggi. 

"Kedelai nanti kita minta kepada importir untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Mari kita jaga stabilitas harga pangan dan kita peduli sesama saudara," kata Amran di Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026). 

Baca Juga: Harga Kedelai di Lampung Stabil, Perajin Masih Andalkan Kedelai Impor

Amran sendiri mengaku masih belum mengetahui pasti penyebab kenaikan kedelai ini. "Nanti kami cek detailnya, kita akan koordinasi. Kita sudah minta kepada dirjen agar mematangkan," tambah Amran. 

Perajin tempe di sentra industri tempe Sanan Kota Malang mengeluhkan naiknya harga kedelai impor. Sejak beberapa pekan terakhir, harga bahan baku tempe yakni kedelai yang diimpor dari Amerika mengalami kenaikan.

Kedelai yang sebelumnya Rp 9.800 per kilogram terus naik menjadi Rp 10.600 per kg.

Naiknya harga kedelai ini menurut perajin tempe terjadi sejak meletusnya perang Iran melawan Amerika Serikat -Israel.

Perajin tempe mengaku sejak harga kedelai naik, perajin harus memikirkan cara agar tetap bertahan dan menutup biaya produksi. Karena tidak mungkin menaikkan harga jual tempe, perajin terpaksa memperkecil ukuran tempe dari biasanya.

Baca Juga: AS Siapkan Sejumlah Langkah untuk Tekan Dampak Lonjakan Harga Minyak

Menurut perajin, cara ini diambil agar bisa menutup biaya produksi seperti biaya gas LPG dan ongkos karyawan. Saat berjualan di pasar, perajin juga memberikan pemahaman kepada konsumen tentang kenaikan harga kedelai impor.

"Produksinya tetap, cuma ukurannya dikurangin 1 centimeter lebih kecil dari biasanya." Kata Afriantoro katanya dikutip dari Kompas, Selasa (7/4/2026). 

Perajin memperkirakan, melihat kondisi saat ini, harga kedelai diperkirakan masih akan mengalami kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×