kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Penghematan kementerian hanya sebesar Rp 6 triliun


Jumat, 01 Oktober 2010 / 13:42 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penghematan anggaran kementerian/lembaga (K/L) tidak akan membantu banyak bagi postur APBN bila tarif listrik batal dilakukan tahun depan. Sebab, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan nilai penghematan anggaran K/L itu hanya secuil yakni sebesar Rp 6 triliun.

Sementara bila dibandingkan dengan asumsi kenaikan tarif listrik sebesar 15% maka penghematannya sebesar Rp 12,5 triliun. "Yang kami pikirkan sekarang darimana mencari selisihnya itu," ucap Hatta, Jumat (1/10).

Hatta mengatakan, pemerintah akan mencari jalan alternatif menanggapi sikap Komisi VII DPR dan Badan Anggaran DPR yang menolak kenaikan tarif setrum tahun depan. Yang pasti, pemerintah tak akan memangkas anggaran pembangunan infrastruktur dan memperbesar defisit anggaran. "Defisit 1,7% sudah angka yang aman, tidak bisa terus tambah, jadi kami harus hati-hati juga," katanya.

Tadinya pemerintah berencana menaikkan tarif setrum sebesar 15% untuk menghemat anggaran subsidi. Namun, usulan pemerintah tersebut ditolak Komisi VII DPR dan Badan Anggaran DPR. Karena itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan akan memangkas anggaran K/L untuk menambal sebagai langkah penghematan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×