kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pengembangan kawasan industri Bintuni dipercepat agar Papua tak tergantung Freeport


Kamis, 06 Februari 2020 / 22:47 WIB
Kawasan Industri Teluk Bintuni Papua Serap Investasi USD 800 juta


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan menggenjot pengembangan kawasan Industri Bintuni, Papua Barat. Hal itu untuk melepaskan Papua dari ketergantungan terhadap PT Freeport Indonesia.

Pada kuartal empat 2019 ekonomi Papua terkontraksi hingga -15,72% year on year (yoy). Angka tersebut diperkirakan karena melemahnya produksi Freeport. Oleh karena itu, adanya sektor industri lain akan menambahkan dorongan bagi ekonomi Papua.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) siapkan capex hingga US$ 30 juta, apa rekomendasi analis?

"Memang karena harga komoditas sedang turun dari Freeport, memang ada ketergantungan. Makanya pemerintah sedang dorong pengembangan kawasan Bintuni untuk industri," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kompleks istana kepresidenan, Kamis (6/2).

Nantinya kawasan Bintuni akan dijadikan produksi bagi methanol dan petrokimia. Selain Bintuni, Airlangga juga mengungkapkan mengenai pembangunan infrastruktur. Infrastruktur tersebut untuk mendukung industri yang akan dibangun di Papua. Termasuk pada pembangunan pertanian di kawasan Papua bagian selatan.

Baca Juga: Kontribusi pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa terhadap PDB nasional capai 59%

Meski begitu, upaya tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perlu beberapa tahun hingga pembangunan kawasan tersebut rampung."Dengan Bintuni, pabrik lain (mulai) 3 hingga 4 tahun," terang Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×