kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pengamat Voxpol: Nama cawapres masih rahasia itu taktik politik


Minggu, 05 Agustus 2018 / 13:54 WIB
ILUSTRASI. Jokowi bertemu Prabowo


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama calon wakil presiden yang akan bertarung pada pemilu 2019 masih menjadi misteri. Pengamat politik menilai, hal ini adalah taktik dari masing-masing calon presiden.

Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, strategi yang dilakukan politik saat ini adalah politik saling kunci mengunci dan saling intip mengintip.

Merahasiakan nama cawapres juga merupakan bagian dari taktik saling kunci mengunci. Pangi menjelaskan, di satu sisi, hal ini tidak bagus bagi pencerdasan politik masyarakat. Namun di sisi lain, taktik ini dinilai sangat penting bagi masing-masing capres.

“Kita tidak kaget membaca fenomena paket capres dan cawapres sengaja dibuat menggantung. Baik dari poros koalisi Jokowi maupun Prabowo belum ada yang berani mengumumkan paket capres dan cawapresnya,” katanya kepada Kontan.co.id, Minggu (5/6).

Kubu Jokowi, misalnya, hingga kini belum berani mengumumkan cawapresnya. Menurutnya, jika diumumkan jauh jauh hari, paket ini bisa mati sebelum berkembang.

Sementara itu, Prabowo dan SBY juga tidak lincah dalam membangun koalisi. Pasalnya, sampai sekarang, tulang punggung poros ketiga dan poros oposisi Prabowo belum jelas ujung ceritanya.

“Apakah akan ada kejutan di last minute atau injure time, muncul poros baru dengan tokoh baru, ini yang masih kita tunggu. Dibutuhkan kelincahan dan kepiawaan dalam mengodok poros ketiga atau poros alternatif," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×