kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengamat minta bus gantikan peran angkot


Kamis, 26 September 2013 / 13:22 WIB
Pengamat minta bus gantikan peran angkot
ILUSTRASI. Telkom Indonesia. 


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengamat Kebijakan Publik, Andrinof  Chaniago menegaskan, kemacetan di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh dominasi kendaraan pribadi. Tetapi, juga oleh besarnya volume jumlah kendaraan angkutan kota (angkot) yang mengadu nasib di Ibukota.

"Angkot itu penyebab kemacetan di Indonesia. Bukan hanya di Jakarta, angkot juga menyebabkan kemacetan di daerah," ungkap Andrinof, di Hotel Borobudur, Jakarta (26/9).

Menurut Andrinof, saat ini populasi angkutan umum di DKI dan sekitarnya sudah mencapai 16.000 unit. Populasi itu sudah terlalu gemuk dan kurang efisien.

Karena itu, kata dia, pemerintah harus mengganti populasi 16.000 unit angkot itu dengan bus sedang yang akan lebih efisien digunakan sebagai moda transportasi umum.

Namun, untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah DKI Jakarta harus mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk bersama-sama meningkatkan fasilitas layanan transportasi umum.

Salah satunya, menambah armada bus transjakarta dan bus sedang. Dengan cara itu, masyarakat mau berpindah ke transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×