kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.896   -205,64   -3,37%
  • KOMPAS100 766   -29,84   -3,75%
  • LQ45 580   -18,21   -3,04%
  • ISSI 204   -7,71   -3,64%
  • IDX30 328   -9,51   -2,81%
  • IDXHIDIV20 404   -8,97   -2,18%
  • IDX80 87   -3,29   -3,65%
  • IDXV30 109   -2,05   -1,85%
  • IDXQ30 105   -2,36   -2,19%

Pengamat: MA-60 tak kantongi lisensi FAA bukan karena ekor


Selasa, 10 Mei 2011 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Aldiracita Sekuritas kini jadi pemilik 30% saham Pyridam Farma (PYFA). Produk obat perusahaan farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pengamat Penerbangan Dudi Sudibyo mengatakan produsen MA-60 tidak mengantongi lisensi Federal Aviation Administration (FAA) bukan karena masalah ekor pesawat. Dia mengatakan, alasannya karena tidak ada operator Amerika Serikat yang memakai pesawat tersebut.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR Rendy Lamadjido menuding produsen MA-60 tidak memiliki lisensi FAA karena masalah ekor pesawat. Dia mengatakan, ekor pesawat tersebut retak pada 2009 lalu.

Namun, Dudi mengatakan keretakan yang terjadi pada kemudi kelok pada sirip tegak ekor pesawat (rudder pflange) bukan suatu kelemahan. Pasalnya, dia mengatakan kejadian serupa pernah terjadi pada pesawat Boeing 747 yang mengalami keretakan di kerangka section 41. "Tapi ini tidak dikategorikan sebagai kelemahan pesawat. Sampai saat ini jenis itu masih beroperasi," katanya, Selasa (10/5).

Pesawat MA-60 kini menjadi sorotan anggota DPR setelah jatuh Sabtu (7/5) lalu. Pesawat yang digunakan Merpati itu dianggap tidak mengantongi sertifikat FAA. Merpati mengatakan, pesawat tersebut layak terbang kendati tidak mengantongi sertifikat FAA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×