kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Penetapan Ketua MPR, DPD pilih longgarkan waktu


Senin, 06 Oktober 2014 / 06:24 WIB
ILUSTRASI. Batu ginjal


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Kelompok Dewan Perwakilan Daerah di Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Bambang Sandono, mengatakan bahwa jajarannya sepakat untuk tidak memaksakan penetapan ketua MPR jika dirasa masih banyak hal yang perlu dibahas dalam forum.

Hal tersebut, kata Bambang, demi mencegah konflik seperti yang terjadi pada sidang paripurna penetapan ketua DPR beberapa waktu lalu.

"Kami mengusulkan penambahan waktu. Kalau memang dianggap tidak bisa selesai, lebih baik mundur sedikit (waktunya) tetapi semua happy, daripada kita tergesa-gesa ada yang kecewa," kata Bambang di Jakarta, Minggu (5/10/2014). [Baca: Apa Alasan Koalisi Jokowi-JK Pilih DPD Jadi Ketua MPR?]

Menurut Bambang, DPD menginginkan pemilihan pimpinan MPR berlangsung secara demokratis sesuai nilai Pancasila. Kata dia, perlu adanya kesempatan untuk menampung berbagai usulan dan menyatukan pendapat yang berbeda sebelum ketua MPR ditetapkan.

"Misalnya, memperpanjang waktu untuk memberi kesempatan dan membuka dialog yang lebih luas sehingga waktu tidak terburu-buru pada rapat pemilihan ketua MPR RI," kata Bambang.

Bambang berharap upaya tersebut dapat membantu mencairkan suasana politik yang cenderung memanas akhir-akhir ini. Selain itu, kata Bambang, DPD pun menawarkan seluruh fraksi yang ada di MPR untuk duduk bersama, bermusyawarah menghindari konflik.

"DPD mengusulkan hal ini semata-mata untuk kepentingan bersama, agar bisa bersatu dan fokus terhadap membangun bangsa untuk kepentingan seluruh rakyat," katanya. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×