kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Penerimaan Kepabeandan dan Cukai Turun 12,6% di Kuartal I-2026


Selasa, 07 April 2026 / 11:58 WIB
Penerimaan Kepabeandan dan Cukai Turun 12,6% di Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (1/4/2026) (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai pada kuartal I-2026 telah mencapai Rp 67,9 triliun atau setara 20,2% dari target APBN.

Realisasi ini mengalami penurunan sebesar 12,6% secara tahunan alias year on year (YoY).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memerinci, penerimaan cukai pada periode tersebut hanya mencapai Rp 51 triliun atau 20,9% dari target APBN. 

Angka ini mengalami penurunan sebesar 11,2% yoy yang dipengaruhi oleh penurunan produksi akhir tahun 2025 dan pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai.

Baca Juga: Menhut: Ada Kemarau Dini, Karhutla Berpotensi Meningkat di Tahun 2026

"Penerimaan cukai sebagai komponen terbesar mengalami penurunan yang terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi pada akhir tahun 2025 dan pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Hal yang sama juga terjadi penerimaan bea keluar yang hanya Rp 5,4 triliun atau 12,7% dari target APBN. Pos ini mengalami penurunan 38,9% YoY yang dipengaruhi oleh penurunan harga crude palm oil (CPO) yang menyebabkan penurunan perhitungan tarif efektif bea keluar CPO per ton.

Kendati begitu, Purbaya memaparkan bahwa bea masuk masih tumbuh tipis sebesar 0,9% YoY atau tercatat Rp 11,5 triliun atau 22,9% dari APBN.

Peningkatan bea masuk ini didorong peningkatan nilai impor dan nilai tukar dolar AS, walaupun terjadi peningkatan free trade agreement (FTA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×